Dec 4, 2017
1126 Views
11 0

De Javasche Bank, Sejarah Panjang Perbankan Indonesia

Written by

Pesonajatim.com – Sama seperti House of Sampoerna, Museum De Javasche Bank yang terletak di sekitar kawasan Surabaya lama, sebuah bank yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada 24 Januari 1828 dengan pusatnya di Batavia. Setahun kemudian, pada tahun 1829, Belanda membuka cabang De Javasche Bank di Surabaya. Gedung ini mulai berhenti beroperasi sebagai bank pada 14 September 1973. Kemudian, pada tahun 2012, gedung De Javasche Bank dinobatkan sebagai gedung warisan budaya milik Bank Indonesia dan dijadikan museum. yang menampilkan berbagai barang sejarah perbankan, mulai dari mesin pencetak uang, sejarah bentuk uang, arsip dan sebagainya.

Pada tahun 1904, gedung tersebut dihancurkan dan dibangun kembali dengan luas sekitar 1.000 meter persegi dan bergaya neo renaisans dengan atap Mansart dan pilar hias Hindu-Jawa yang menghiasi bagian luar gedung sampai saat ini. arsitektur bergaya Belanda kuno yang berdiri kokoh dan juga sejarahnya yang panjang. De Javasche Bank Surabaya pernah dikuasai oleh Pemerintah Kolonial Jepang pada tahun 1942 kemudian kembali beroperasi pada tanggal 6 April 1946, setelah pasukan Sekutu kembali berkuasa.

surabaya,museum, museum de javasche bank, museum surabaya, sejarah surabaya, museum bank indonesia,sejarah bank indonesia, bank indonesia, featured, sejarah de javasche bank

sejarah museum de javasche bank surabaya

Pada tanggal 1 Juli 1953, De Javasche Bank diubah menjadi Bank Indonesia dan secara otomatis gedung De Javasche Bank di Jalan Garuda dikonversi ke kantor Bank Indonesia. Namun pada tahun 1973, kantor tersebut tidak dipakai lagi karena kapasitas gedungnya tidak mencukupi untuk kegiatan Bank Indonesia. Jadi kantor baru didirikan di Jalan Pahlawan No. 105 dan masih digunakan sampai sekarang sebagai Kantor Bank Indonesia Surabaya.

surabaya,museum, museum de javasche bank, museum surabaya, sejarah surabaya, museum bank indonesia,sejarah bank indonesia, bank indonesia, featured, sejarah de javasche bank

mesin kliring yang di gunakan untuk transfer uang antar bank pada jaman dahulu

Singkat cerita gedung ini sudah berumur sekitar 188 tahun dan masih berdiri kokoh. Gedung ini juga menjadi saksi bisu kelahiran perbankan di Indonesia dan perkembangan perbankan hingga saat ini. Gedung De Javasche Bank yang renovasi selesai pada awal 2012 ini menjadi salah satu gedung warisan budaya milik Bank Indonesia (BI). Saat ini gedung De Javasche Bank berfungsi sebagai museum dan ruang pameran. Masyarakat juga bisa meminjam gedung untuk berbagai kegiatan seni, budaya dan pendidikan. Tentunya kamu bisa menambah wawasan tentang sejarah Bank Indonesia di jaman lalu.

surabaya,museum, museum de javasche bank, museum surabaya, sejarah surabaya, museum bank indonesia,sejarah bank indonesia, bank indonesia, featured, sejarah de javasche bank

salah satu foto yang menggambarkan ruangan de javasche bank saat masih aktif beroperasi

Gedung yang dinominasikan sebagai Surabaya Tourism Award 2013 dari Pemerintah kota Surabaya ini memiliki tiga lantai. Lantai bawah adalah ruang bawah tanah sebagai museum. begitu memasuki gedung, kamu langsung bertemu resepsionis. Di kanan kiri resepsionis. Ada hal-hal yang menarik yaitu foto surabaya jaman dulu. foto alun-alun Surabaya, foto Jalan Pahlawan serta foto rumah dinas karyawan Javasche Bank di sekitar Jalan Raya Darmo.

surabaya,museum, museum de javasche bank, museum surabaya, sejarah surabaya, museum bank indonesia,sejarah bank indonesia, bank indonesia, featured, sejarah de javasche bank

miniatur museum de javasche bank

Lantai bawah terbagi menjadi 3 ruangan, Ruang Koleksi uang, Ruangan ini memiliki pintu baja yang sangat tebal sekitar 40 cm dan dicat kuning. Ruangan ini mirip seperti brangkas uang. Di sekitar ruangan ada etalase mini. Di dalam etalase itu ada koleksi uang kuno. Dalam sejarah ekonomi Indonesia dikenal dengan nama ORI (Oeang Republik Indonesia). Di antara koleksi itu terdapat juga koin lama berlubang tengahnya. Beberapa uang lama memiliki desain yang indah, namun beberapa memiliki desain yang mirip uang mainan seperti monopoli.

Selanjutnya adalah Ruang Koleksi Hasil Konservasi, Di ruangan ini dipamerkan beberapa bahan konstruksi gedung De Javasche Bank yang dibangun jauh sebelum konservasi di 2012 silam. Ada beberapa genteng dan tegel lantai. Selain koleksi bahan gedung lama juga dipamerkan replikasi emas batangan seberat 135 kilogram. Selanjutnya adalah Ruang Koleksi Warisan Budaya, Di ruangan ini dipamerkan mesin pencetak dan penghancur uang di masa lalu.

surabaya,museum, museum de javasche bank, museum surabaya, sejarah surabaya, museum bank indonesia,sejarah bank indonesia, bank indonesia, featured, sejarah de javasche bank

ruang teller yang digunakan de javasche bank

Lantai 2 adalah aula, ada ruang teller yang digunakan pada jaman dulu yang dipajang disana. Aula ini sering digunakan untuk acara seminar kebudayaan, pameran lukisan sampai sesi pemotretan, baik itu majalah nasional ataupun untuk album tahunan siswa-siswa yang lulus, tentunya dengan ijin terlebih dahulu kepihak pegelola. Ini membuktikan tingginya nilai sejarah gedung ini. Lantai 3 merupakan loteng yang unik, meskipun hanya ada tiang-tiang penyangga atap.

Museum De Javasche Bank yang terletak di Jalan Garuda No. 1 ini dibuka umum setiap hari kecuali hari senin, mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, dengan biaya masuk gratis.

Article Categories:
Sejarah
http://pesonajatim.com

Website yang berisi info seputar pariwisata yang populer dan lagi hits di jawa timur

Tinggalkan Komentar

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...