Jul 26, 2019
353 Views
1 0

Menjelajahi Goa Gong, Objek Wisata Potensial Pacitan

Written by

Selain gunung dan pantai inilah salah satu keindahan alam di Jawa Timur yang tidak kalah indah yaitu, Goa Gong yang berada di Pacitan Jawa Timur, lokasi Goa Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Pacitan merupakan wilayah Jawa Timur yang di kelilingi oleh pegunungan kapur, yang menjadikan tanah di daerah ini kering dan tidak subur, tanah di permukaan Pacitan memang gersang dan memilki sedikit unsur hara, namun anugrah yang maha kuasa ternyata bukan terletak di atas permukaan, namun di bawah permukaan tanahnya. Keindahan bawah tanah yang mempesona berupa gua kapur yang di hiasi stalakit dan stalakmit, goa yang paling terkenal dan indah adalah Goa Gong, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Goa Gong adalah Goa yang paling cantik di Asia Tenggara.

Sejarah Goa Gong

Menurut pakar, bahwa terciptanya goa Gong berasal dari aktivitas vulkanik dan pergerakan termik yang terjadi sejak ratusan bahkan ribuan Tahun yang lalu. Sebenarnya peristiwa ini sangat mirip dengan fenomena yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Jangan penah melupakan jasanya Mbah Joyorejo dan Mbah Noyosemito, karena menurut Wakino, di dalam buku karyanya yang di beri judul ”Gua Gong Obyek Wisata Potensial di Kabupaten Pacitan” mereka berdualah yang telah menemukan Goa Gong pertama kali di Tahun 1924.

Goa Gong Pacitan Jawa Timur
Goa Gong Pacitan Jawa Timur

Ceritanya, “One upon a time di daerah tersebut” dilanda kekeringan karena akibat dari kemarau panjang. Kemudian kedua sesepuh tersebut berusaha mencari sumber, dan menemukan sebuah goa yang jauhnya kurang lebih 400 meter dari perkampungan. Karena tekat mereka untuk mendapatkan air, akhirnya memberanikan diri masuk dan berhasil menemukan sumber mata air yang terkumpul di beberapa sendang di dalamnya. Hasil penemuan dan keadaan di dalam goa ini diceritakan kepada masyarakat, tapi tak ada satu pun warga yang berani masuk ke dalam Goa. Mereka percaya bahwa tempat tersebut sangat angker, karena sering terdengar suara suara misteri seperti suara Gong (salah satu instrumen musik tradisional jawa). Namun cerita ini terus berkembang di masyarakat, hingga pada akhirnya Tahun 1995, tanggal 5 Maret, Surahmin yang berusia 54 Tahun bersama 9 rekannya nekat mencoba masuk ke dalam Goa tersebut. Alangkah terkejutnya mereka, karena pemandangan di dalam goa begitu mempesona, kemudian di Tahun 1996 Pemerintah Pacitan membangun anak tangga, penerangan, membuat jalan setapak, dan kipas angin sebagai fasilitas dan keamanan kepada pengunjung Goa Gong.

Sesuai dengan keterangan sebelumnya, bahwa anggapan masyarakat Goa Gong ini sangat angker dan sering terdengar suara Gong, ternyata Suara ini timbul karena tetesan air yang jatuh dari Stalagtit. Kemudian suara ini diresonansikan oleh beberapa batuan lainnya (karena ada beberapa batu ketika dipukul menimbulkan bunyi seperti gong). Setelah suara yang teresonansi tersebut dipantulkan oleh beberapa ruangan di dalam goa yang akhirnya menimbulkan echo / menggema.Sehingga suara yang terdengar sampai di telinga oleh orang di luar goa, seperti gamelan atau tetabuhan yang melibatkan banyak alat musik dan personil. Dengan demikian asal usul goa gong dan misteri goa gong kini terpecahkan sudah, maka dari suara ini kemudian goa tersebut dinamakan dengan “Goa Gong”

Goa Gong Pacitan Jawa Timur
Goa Gong Pacitan Jawa Timur

Memasuki Goa Gong, disambut dengan formasi stalaktit dan stalakmit yang indah, anda dapat masuk lebih dalam menelusuri lorong sepanjang 245 meter. Diujung olorong, anda akan menemukan alasan kenapa Goa Gong disebut sebagai goa terindah se Asia Tenggara, sebuah ruang yang berbentuk kubah raksasa sepanjang 100 meter, dengan lebar hingga 40 meter dan tinggi antara 20-30 meter yang membuat pengunjung terkadum-kagum. Stalaktik dan stalakmit dengan aneka bentuk dan ukuran menghiasi seluruh penjuru ruangan. Beberapa diantaranya bahkan di beri nama karena untuk mengabadikan keindahannya seperti Selo Jengger Bumi, Selo Pakuan Bomo, Selo Bantaran Angin, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono, dan lain sebagainya. Untuk menjelajahi seluruh lorong dan bagian dalam gua, anda memerlukan waktu sekitar 2 jam.

Untuk menelusuri dan menikmati keindahan Goa Gong, anda tidak harus mengeluarkan biaya yang besar, hanya Rp. 5000,- per orang, anda dapat menikmati keindahan Goa Gong, pegeluaran lain yang mungkin anda lakukan adalah menyewa senter seharga Rp. 5000,- sebagai penerangan, atau penyewa pemandu wisata seharga Rp. 30.000,- , sebagai objek wisata yang mendunia, Gua Gong menyediakan fasilitas yang cukup nyaman seperti lahan parkir yang luas, mushola, toilet yang dengan mudah anda temukan di kawasan ini, warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman serta souvenir pun banyak tersebar di area wisata ini.
Anda yang lebih ingin leluasa dan lebih lama untuk mengunjungi objek wisata di Pacitan ini, tak perlu khawatir. Di kota Pacitan ada beberapa hotel yang bisa dunganakan untuk menginap dan bermalam, untuk melepas lelah sambil menikmati kota.

Article Categories:
Alam Terbuka · Sejarah

Hanya seorang penyendiri dengan dunianya sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *