Jul 8, 2019
50 Views
4 0

Pantai Papuma, Pantai Menakjubkan dengan Pasir yang Putih

Written by

Pantai Papuma merupakan salah satu wisata yang dimiliki jawa timur. Nama Papuma diambil dari singkatan “Pasir Putih Malikan”, kini masyarakat luas lebih mudah menyebutnya Papuma. Selain dikenal sebagai pantai, wisata air ini juga disebut Tanjung Papuma. Karena posisi daratannya menjorok ke laut, mirip dengan tanjung. Lokasi Pantai Papuma tak jauh dari pusat Kota Jember. tepatnya berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember Jawa Timur. Sebelum masuk ke kawasan pantai, pengunjung akan melewati hutan jati. Jalan inilah satu-satunya jalur menuju pantai, hutan ini dinamakan hutan maliki dengan ribuan flora dan fauna. Untuk menuju pantai sudah disediakan akses khusus, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir tersesat.

Pantai Papuma, Pantai Menakjubkan dengan Pasir yang Putih
Papuma is Very Beautifull

Di sepanjang pantai Papuma terdapat pasir putih yang bersih dan indah. Memungkinkan para pengunjung asing yang datang untuk berjemur di pantai tersebut. Sensasi tak kalah menakjubkan, pengunjung dapat merasakan terpaan angin dan suasana yang sejuk membuat para pengunjung yang datang merasa betah dan ingin berlama-lama menghabiskan waktu liburan nya. Meski air dipantai cukup tenang, kalian tetap harus berhati-hati. Melihat batu karangnya yang cukup kasar dan terjal kerena bisa membuat kaki terluka. Terlebih lagi, para pengunjung diperbolehkan untuk mandi di laut, kecuali di area-area yang di larang. Saat air mulai surut, kalian akan melihat pemandangan ikan yang berenang di bawah karang. Biasanya nelayan mendarat pada jam 11.00 sampai jam 13.00 untuk istirahat. Mereka membawa hasil tangkapannya. Disitulah pengunjung dapat langsung membelinya dan dapat dimasak di tepi pantai. Kalian pun dapat membawa ikan tersebut di warung yang ada di sekitar sana untuk dimasakkan.

Pantai Papuma, Pantai Menakjubkan dengan Pasir yang Putih
Keindahan Papuma dengan Pasirnya yang Putih

Dibalik keindahan tersebut pantai Papuma juga menyimpan cerita mistis yang hingga saat ini masih dipercaya oleh masyarakat luas. Cerita mistis yang beredar di masyarakat yaitu Ombak di pantai selatan yang sering memakan korban. Pantai Papuma termasuk dalam rangkaian pantai selatan yang memiliki gulungan ombak besar dan ganas, Pantai ini juga dikelilingi oleh perbukitan yang membuat pantai terlihat asri dan alami. Dipantai ini juga disediakan beberapa sarana pendukung bagi mereka yang ingin menikmati suasana Papuma lebih lama, seperti penginapan dan bumi perkemahan. Saat matahari terbenam, suasana di Pantai Papuma akan semakin indah untuk dinikmati. Senja yang temaram dan desir laut yang semakin bergemuruh menimbulkan suasana dramatis yang enggan untuk ditinggalkan.

Pantai Papuma, Pantai Menakjubkan dengan Pasir yang Putih
Desir Ombak Papuma yang terkenal ganas
Pantai Papuma, Pantai Menakjubkan dengan Pasir yang Putih
Batu Malikan, Salah Satu hal Mistis Pantai Papuma

Hal mistis lainya yang beredar di masyarakat yaitu Batu Malikan yang merupakan salah satu batu raksasa di pantai ini dipercaya sebagai tempat Raden Mursada untuk memancing. Dan di atas batu tersebut, Raden Mursada tak sengaja memancing ikan ajaib yang ternyata Raja Mina dan kemudian ia lepaskan. Selain itu, di batu ini juga konon kail Joko Samudera tersebut tersangkut ular raksasa yang kemudian dibelahnya menjadi tiga bagian.

Jam buka tempat ini 24 jam, namun kebanyakan pengunjung yang dating kesini mulai dari jam 07.00 sampai 18.00. Harga tiket masuk ke pantai ini cukup terjangkau. Untuk hari biasa pengunjung dikenakan biaya Rp 7000 dan pada hari libur pengunjung membayar Rp 15000. Jika kalian berjunjung menggunakan mobil maka akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 6000 dan untuk kendaraan bermotor roda dua dikenakan biaya parkir sebesar Rp 1000. Namun tarif ini dapat berubah sewaktu-waktu. Disarankan agar pengunjung tidak menggunakan mobil sedan, karena jalan yang dilalui cukup curam.

Article Categories:
Alam Terbuka · Pantai · Sejarah

Hanya seorang penyendiri dengan dunianya sendiri

Tinggalkan Komentar

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...