Jul 31, 2019
71 Views
0 0

Ranu Klakah, Ranunya Sang Pemilik Hobi Memancing

Written by

Klakah merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di kota Lumajang, buah yang paling sering di hasilkan adalah buah nangka. Selain di sebut sebagai daerah penghasil buah, Klakah juga menyimpan destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama alam yang sangat indah, salah satunya Ranu Klakah. Tak hanya Ranu Klakah, Di Klakah ini juga masih ada 2 jenis Ranu sebagai pasangan Ranu Klakah, Danau Segitiga namanya, yaitu diantaranya Ranu Klakah, Ranu Bedali, Dan Ranu Pakis. Namun di artikel yang satu ini saya akan menjelaskan deskripsi lebih jelasnya tentang Ranu Klakah.

Ranu Klakah terletak di desa Tegal Randu, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ranu Klakah berada pada ketinggian 900 mdpl dengan luas 22 hektar dan kedalaman mencapai 30 meter yang di latar belakangi langsung oleh pemandangan Gunung Lamongan yang memiliki ketinggian 1.668 mdpl. Selain itu, obyek wisata ini banyak di kunjungi karena memiliki panorama yang indah, dan masih alami, air di danau klakah ini berwarna biru kehijau hijauan. Obyek Wisata ini sangat cocok bila di kunjungi bersama keluarga, udaranya yang sejuk dan segar membuat para pengunjung betah di tempat ini, di tambah lagi pengunjung yang memiliki hobi memancing juga bisa memancing di ranu klakah ini, karena terdapat keramba yang sengaja di buat oleh penduduk setempat sebagai tempat budidaya ikan air tawar, yaitu ikan tombro, ikan mujair dan ikan nila.

ranu klakah
Pintu Masuk Ranu klakah

Kedalaman Ranu Klakah mencapai 30 meter dan di dalamnya hidup beragam jenis ikan, seperti mujair, gabus, dan wader. Pada Juli hingga Agustus, pada waktu tertentu, ikan-ikan di Ranu Klakah akan mabuk dan pingsan. Menurut warga sekitar, peristiwa ini dikenal dengan musim koyok. “Kandungan belerang naik, dan ikan teler,” katanya. Bagi penduduk setempat, musim koyok adalah peristiwa yang cukup misterius. Datangnya tak bisa dikira-kira jauh-jauh hari. Namun dapat diprediksi semalam sebelum musim itu tiba. “Malam sebelum musim koyok, suhu di sekitar Ranu Klakah dingin sekali. Lalu air di danau ini bau belerang,” tutur warga.

Di balik panoramanya yang menyedot perhatian, Ranu Klakah menyimpan misteri lain yang hingga kini ramai menjadi buah bibir. Tentu, selain musim koyok, ada sejumlah ular bernama selanceng yang dipercaya hidup di dasar ranu. Ular selenceng memilihi logo V berwarna emas di kepalanya. “Terakhir ular itu muncul pada 1992 dan disaksikan banyak orang,” katanya. Ular selenceng yang menampakkan diri itu ukurannya sangat besar. Kepala dan ekornya berada di ujung danau yang terpisah.

Fasilitas yang di sediakan di Ranu Klakah ini adalah area parkir, penginapan, mck, perahu motor yang di sewakan untuk mengelilinggi danau klakah. Warung makan yang menyediakan makanan khas laut. di sediakan juga jet sky bagi anda yang suka berolah raga air, dan juga di sewakan perahu bebek yang bertarif Rp 10,000.00 perorang. Di Ranu Klakah ini juga terdapat sebuah homestay untuk beristirahat. Jadi para pengunjung yang bingung untuk mencari tempat istirahat, langsung saja memesan homestay untuk penginapan. Homestay tersebut terletak diatas ranu klakah dengan pembatas jembatan kayu kecil, sungguh nyaman sekali bukan.., apalagi pemandangan yang disuguhkan langsung dari Keindahan Ranu klakah.

ranu klakah
Homestay Ranu Klakah

Umumnya, harga tiket untuk masuk tempat wisata berbeda antara hari libur, minggu atau hari biasa. Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Saat weekday, harga tiket masuk Ranu Klakah adalah Rp3,000.00. Sementara saat weekend, harga tiket masuk Ranu Klakah adalah Rp5,000.00. Harga weekday umumnya berarti hari Senin-Jumat, sementara weekend Sabtu dan Minggu. Tiap-tiap tempat wisata punya jam buka dan tutup berbeda. Begitu juga dengan destinasi yang ada di Kab Lumajang. Ranu Klakah buka jam 06.00 dan tutup jam 17.00. Jam ini sesuai dengan zona waktu setempat yakni waktu Asia/Jakarta.

Article Categories:
Alam Terbuka

Hanya seorang penyendiri dengan dunianya sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *