Aug 6, 2019
201 Views

Taman Baluran, Taman 2 Musim Rasa Afrika di Pulau Jawa

Written by

Pada Artikel kali ini, Pesona Jawa Timur yang akan kita deskripsikan adalah wisata di kota pucuk Timur, yaitu Kota Banyuwangi. Taman mungkin tak jarang kita temui, namun kali ini saya akan mendefinisikan salah satu taman yang ada di Kota Banyuwangi tepatnya di Situbondo. Taman yang akan di deskripsikan adalah Taman Nasional Baluran dan juga beberapa taman yang ada di dalamnya.

Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di antara wilayah Wongsorejo, Banyuwangi dan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Taman nasional adalah sebuah kawasan yang digunakan khusus untuk melindungi berbagai macam ekosistem flora dan fauna. Di banyuwangi, kurang lebih ada 3 taman nasional yang berdiri dan dijadikan sebagai objek wisata unggulan. Salah satunya adalah Taman nasional Baluran yang mendapatkan julukan sebagai little Africa Java ini.

taman nasional baluran
taman nasional baluran

Luas kawasan ini kurang lebih 25.000 ribu hektar. Di kawasan ini akan disuguhkan dengan berbagai macam konservasi dan hewan-hewan alam. Jangan kaget, saat menyusuri kawasan ini akan dihibur dengan kondisi jalan yang rusak parah. Statusnya sebagai sebuah Taman Nasional membuat jalan kawasan ini tidak boleh diperbaiki. Jadi, banyaknya lubang jalan harap dimaklumi. Begitu bula dengan hewan-hewan yang datang dan menyeberang tanpa permisi. Semuanya akan ditemui di kawasan ini. untuk keperluan perut jangan khawatir. disini sudah berdiri warung dengan berbagai macam menu makanan. Satu hal lagi, jangan berharap ada listrik. Kawasan ini bisa dibilang susah sekali yang namanya listrik.

Hutan Musim ini akan menyambut wisatawan yang datang ke sini setelah melewati pos penjagaan. Nah, yang dimaksud dengan hutan musim adalah hutan yang akan berubah-berubah sesuai dengan musimnya, Saat musim penghujan, sobat native akan disuguhkan pesona hijaunya pepohonan. Tetapi,bila wisatawan datang pada musim kemarau, wisatawan akan dihibur dengan kondisi gersang. Warna coklat dengan dedaunan yang seakan rontok.

taman nasional baluran
Musim Kemarau di Taman Nasional Baluran

Pada saat musim penghujan sobat akan menjumpai Hutan yang sangat rindang, yaitu Hutan Evergreen namanya, kalau ini hutan abadi. Dimana, hutan disini dalam kondisi subur. Bukan musiman seperti yang diatas. Jadi, kapan anda datang, hutan ini akan selalu tampak hijau dan menggemaskan. Tanah di hutan ini memang cukup subur. Disini, ada sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan. Itulah sebabnya, mengapa kawasan ini lebih terbilang hijau esoktis dari pada yang sebelumnya. Disini,anda harus berjalan kurang lebih 3 kilometer menuju ke kawasan selanjutnya. Dan, disini pula, anda bisa merasakan bagaimana sejuknya kawasan ini. serasa di surga. Apalagi, saat panas terik matahari menyengat, berteduh di tempat ini adalah sebuah kewajiban.

Didekat taman baluran ini pula kita akan menjumpai suatu sekelompok ekosistem dimana tempat beekembang biaknya para hewan yang hidup disana. Savanna inilah yang dijuluki dengan little Africa. Dimana, kawasan ini memiliki 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan ini. disini, wisatawan akan disuguhi padang rumput serta pemandangan gunung nan esoktis. Savana bekol memiliki sifat hampir sama dengan hutan musim. Dimana, saat musim penghujan, kawasan ini memiliki pesona hijau nan menawan. Biasanya, di saat musim penghujan ada banyak hewan yang bisa dilihat seperti rusa yang sedang makan rerumputan. Disarankan, bagi wisatawan yang berkunjung ke sini untuk berhati-hati. Lantaran ini adalah alam bebas. Bisa-bisa bertemu dengan ular atau sekawanan banteng yang sedang datang. Lebih baik, berhenti dan biarkan mereka lewat terlebih dahulu. Atau jika, bertemu dengan ular tenang dan jangan panik. Jika, tidak ada halangan, kawasan ini memang mempesona. Tetapi, saat hewan datang tempat ini bisa membuat jantung berdebar dengan kencang. Salah satu kunci yang memang harus diperhatikan adalah jangan panik bila bertemu dengan hewan.

Harga tiket masuk disini cukup murah di hari weekday, sobat native hanya membayar 15 ribu rupiah. Kalau wisatawan mancanegara harus membayar 150 ribu rupiah. Jika, hari libur, maka sobat native akan ditarik uang sebesar 17.500, untuk wisatawan asing akan ditarik 225 ribu rupiah.

Article Categories:
Alam Terbuka

Hanya seorang penyendiri dengan dunianya sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *